Belajar Branding #1 – Ngapain Kita Branding?

Belajar Branding #1 – Ngapain Kita Branding? emang udah butuh ya? selama ini, tanpa branding jualan gue tetep laku kok mas? pertanyaan sederhana yang muncul dari seorang teman siang ini.

Jawabannya sebenernya cukup sederhana, kita perlu branding saat kita sudah punya kompetitor. Yeps. kalau kita jadi satu-satunya pemain, gak ada saingan, ngapain juga kita cape-cape branding. Semua konsumen pasti akan lari ke kita toh? hahaha :v :v

Dunia sekarang berputar dengan sangat cepat. sekarang bukan zamannya lagi yang kuat mengalahkan yang lemah, atau yang besar mengalahkan yang kecil. Sekarang adalah masa di mana yang cepat akan mengalahkan mereka yang lambat alias lelet. PT Pos Indonesia contohnya. didirikan dengan nama PN Pos dan Telekomunikasi pada tahun 1961, kemudian berubah menjadi PN Pos dan Giro pada tahun 1965, lalu menjadi Perum Pos dan Giro 1978 dan kini dikenal dengan nama PT Pos Indonesia. Di masa jayanya, PT Pos Indonesia menjadi satu-satunya pemain di jasa pengiriman logistik dan cargo. semua orang menggunakan jasa pos untuk mengirimkan pesan dan berhubungan dengan sanak saudara. Saya masih ingat zaman ketika semua orang menunggu dengan sabar datangnya pak pos datang ke rumah mengantarkan sepucuk surat atau kartu pos dari orang tercinta. Saya juga ingat betapa penuhnya kantor pos ketika menjelang lebaran. Orang berlomba-lomba mengirimkan ucapan selamat lebaran via pos. PT Pos di masa jayanya merupakan raksasa yang tak terkalahkan

Dunia bergerak cepat, ketika telepon selular mulai menjamur, ketika jasa logistik dan cargo swasta seperti TIKI dan JNE mulai muncul. sang raksasapun mulai kewalahan. Pesaing-pesaing baru bermunculan dengan sangat cepat. Sekarang, hanya orang orang romantis lah yang masih setia mengirim surat. jauh lebih cepat dan hemat berhubungan dengan SMS. Omset PT Pos Indonesia pun menurun drastis dan terus merugi karena tidak bisa menutup biaya operasional. bayangkan BUMN raksasa dengan jaringan ke (hampir) semua kecamatan di Indonesia bisa sampai terancam gulung tikar!

Lalu apa yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia? Re-Branding! PT Pos Indonesia lalu membranding dirinya, produknya dan layanannya agar mampu bersaing dengan kompetitor lainnya. PT Pos Indonesia berfikir kreatif dengan melakukan inovasi produk, meningkatkan layanan dan kenyamanan ke konsumen, memperbaiki kondisi fisik kantor pos, mendesign ulang logo, dan mendekatkan diri ke konsumen termasuk berbagai komunitas pengguna jasa logistik dan cargo. PT Pos Indonesia kini sudah memiliki layanan setara dengan kompetitornya. Kita dapat dengan mudah men-tracking paket dan surat kita. PT Pos Indonesia juga bekerja sama dengan Western Union untuk jasa layanan pembayaran ke luar negeri. Jaringan PT Pos Indonesia yang sudah mengakar hingga ke pelosok tanah air dan juga luar negeri membuat layanan PT Pos Indonesia diklaim relatif lebih cepat dari kompetitornya. PT Pos Indonesia juga secara aktif merangkul komunitas pe-bisnis online, yang nota bene selalu melakukan pengiriman paket ke konsumennya. Berbagai potongan harga hingga layanan jemput paket pun dilakukan. Suatu semangat yang patut dihargai sebagai upaya tetap eksis di persaingan yang semakin cepat.

Nah, gimana usaha dengan kamu? masih jadi pemain tunggal atau sudah punya kompetitor? masih gak butuh branding atau sudah perlu branding? untuk artikel lain soal branding bisa dilihat di di situs Bikin Kaos Satuan. gratis kok,, gak usah bayar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *