Belajar Branding #10 – Kreatif Itu Simpel

Belajar Branding #10 – Kreatif Itu Simpel. Banyak produk bagus yang kurang laku di pasaran. Tapi banyak pula produk yang kualitasnya biasa-biasa saja justru sangat laris di pasaran. Aneh juga ya, kenapa bisa begitu? Pada kenyataannya, pasar produk saat ini tidaklah sama seperti kondisi pasar 10 tahun yang lalu saat orang tua kita masih muda. Saat itu memasarkan produk relatif lebih mudah, salah satu penyebabnya adalah saingan atau kompetitor yang masih terbatas. Kini di era yang serba terbuka, konsumen diberikan sangat banyak pilihan. Coba saja lihat saja setiap hari sekitar 100 merek baru lahir di Indonesia, dari satu sisi ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang pesat, namun di sisi lain menjadi ancaman karena akan semakin banyak pesaing dan kompetitor baru yang bermunculan.

Pada saat yang bersamaan, konsumen semakin cerdas, mereka tahu kalau mereka sekarang sudah punya banyak pilihan. Konsumen kini sadar bahwa mereka yang punya kuasa. Kalau zaman dahulu, konsumen merasa tabu menyampaikan kritik terbuka, kini mereka dengan mudah dan cepatnya langsung mengambil foto, berkomentar dan mengunggahnya ke berbagai media sosial. Kalau kamu pengen tahu peran media sosial dalam branding? Bisa langsung ke artikel sebelumnya di Bikin Kaos Satuan

Lalu bagaimana cara memelihara pelanggan? Mungkin kita perlu belajar dari apa yang dilakukan oleh Brand Pepsodent. Pasta gigi produksi Unilever ini selalu kreatif berinovasi meluncurkan varian produk baru. Mereka tidak terbuai dengan nama besar atau brand Unilever atau brand Pepsodent itu sendiri. Apa yang mereka lakukan? Mereka mengeluarkan berbagai varian produk mulai dari pasta gigi berukuran mini, kecil, besar hingga jumbo. Belum lagi varian produk khusus untuk anak-anak, gigi sensitif, aroma herbal, memutihkan gigi dan sebagainya. Masing-masing punya pangsa pasar sendiri yang disasar secara spesifik. Mereka memperluas pangsa pasar mereka tidak hanya untuk kepentingan rumah tangga saja, namun juga untuk anak-anak, orang dengan gigi sensitif, untuk traveling, dan sebagainya. Semua kepentingan dan kebutuhan konsumen itu tetap dilayani dalam satu brand yaitu Pepsodent. Di sinilah kecerdikan Pepsodent dalam melihat ceruk dan peluang pasar yang ada.

Dalam kasus ini, yang dilakukan oleh Pepsodent adalah melakukan diversifikasi produk. Mereka membuat varian ukuran pasta gigi mereka serta mereka menambahkan rasa khusus ke pasta gigi mereka sesuai dengan panga pasar mereka. Hal ini mereka lakukan untuk memperluas target pasar yang ujung ujungnya adalah menambah omset. Bukan hanya itu, adanya diversifikasi ukuran dan rasa membuat mereka memiliki semakin banyak alasan untuk berinteraksi dengan konsumen mereka. Hal ini lah yang membuat merek unggulan Unilever ini terdengar semakin akrab di telinga konsumennya. Masih haus ilmu branding? masih banyak kok di Bikin Kaos Satuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *