Belajar Branding #4 – Kekuatan sebuah Brand

Belajar Branding #4 – Kekuatan sebuah Brand. Seorang teman bercerita: baru-baru ini, mobil Xenia dan Avanza mendapatkan penghargaan dari MURI sebagi mobil yang paling sulit disusul di jalan tol. Lho kok bisa? Emangnya Xenia dan Avanza secepet itu?… Selidik punya selidik, ternyata alasannya bukan karena kedua mobil itu sangat cepat, tapi justru karena kedua merek itu sangat banyak yang punya. Alhasil begitu disusul, eh di depannya ada lagi, disusul lagi, eh ada lagi di depan, gak abis abis… wkwkwk….

Cerita ringan di atas menunjukkan betapa dahsyatnya brand Xenia dan Avanza. Citra sebagai mobil keluarga yang nyaman dengan harga relatif terjangkau membuat Xenia dan Avanza bersaing untuk mendapatkan gelar sebagai “mobil sejuta umat” wkwkwk.. Namun, tahukah kamu cerita dibalik persaingan terselubung di antara Xenia dan Avanza? Xenia dan Avanza sesungguhnya merupakan hasil kolaborasi dua perusahaan besar asal jepang yaitu Daihatsu dan Toyota. Daihatsu mengeluarkan merek Xenia yang dijual dengan harga yang lebih murah daripada dan Toyota yang meluncurkan merek Avanza. Lalu siapa yang lebih laris? Pada tahun 2014, Daihatsu Xenia berhasil menjual sekitar 44.548 unit mobil, masih kalah dengan Toyota Avanza yang bisa menjual 149.662. Padahal harga saat itu untuk All-New Avanza 1.3 G M/T dijual dengan kisaran Rp. 180.100.000 dan All-New Xenia R MT 1.3 DLX memiliki harga Rp. 173.450.000. Meskipun Daihatsu Xenia dilepas dipasaran dengan harga berselisih lebih murah Rp. 6.650.000, namun justru penjualan Toyota Avanza jauh di atas kembarannya itu. Data tersebut menunjukkan kekuatan brand Toyota dibandingkan dengan Daihatsu.

Itulah hebatnya brand. Itulah yang menjadi pembeda antara Toyota dan Daihatsu. Pertanyaannya adalah, bagaimana dia bisa membuat sebuah produk yang relatif sama, dijual dengan harga yang berbeda, ternyata yang lebih laris adalah yang dijual dengan lebih mahal? Untuk menjawab itu, kita harus tahu bagaimana cara brand bekerja. tentu saja brand gak bisa kerja sendirian, brand harus didukung oleh marketing. kalau pengen tahu perbedaannya, langsung ke tulisan sebelumnya yang di posting oleh Bikin Kaos Satuan ya.

Brand bekerja dengan tiga cara. Pertama, brand dapat memastikan penjualan. Brand bekerja membentuk persepsi atau citra baik ke hati dan otak konsumen sesuai dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan. Generasi bisa berganti, merek baru boleh muncul, namun loyalitas konsumen pada suatu merek akan tetap berjalan. Contoh sederhananya, di antara kita masih banyak yang menyebut air mineral sebagai Aqua, apapun mereknya, pasta gigi sebagai Pepsodent, apapun mereknya dan mie instant sebagai Indomie, apapun mereknya. Hebatnya lagi itu sudah terjadi beberapa generasi!

Kedua, brand juga dapat memudahkan pengembangan produk. Sebuah produk yang memiliki brand yang kuat akan mudah melakukan diversifikasi produk. Ketika motor Honda atau Yamaha mengeluarkan varian baru, secara otomatis, masyarakat akan lebih aware pada produk baru tersebut. Berbeda bila motor Kawasaki atau TVS yang kekuatannya brandnya di bawah Honda dan Yamaha. Produk dengan brand yang kuat akan sangat terbantu oleh marketing yang dilakukan oleh para konsumen yang loyal yang telah menjadi fans mereka. Para fans ini lah ujung tombaknya, mereka bersedia melakukan marketing kepada kerabat, sahabat dan tetangga mereka secara cuma-cuma.

Ketiga, brand juga mampu menambah nilai jual sebuah produk. Kasus “si kembar” Toyota Avanza dan Daihatzu Xenia yang telah saya ceritakan di atas merupakan contohnya. Produk yang sama, dipasarkan dengan brand dan harga yang berbeda, maka hasilnya akan berbeda. Lebih murah bukan jaminan akan lebih laku. Itu pelajaran yang yang didapat dari cerita Avanza vs Xenia. Kasus yang sama diramalkan juga akan terjadi pada Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Menurut anda, siapakah yang akan menang kali ini, Agya atau Ayla?

Itu lah alasannya, kenapa sangat penting bagi kita, para pengusaha pemula, untuk segera membangun brand produk kita. Kapan? Ya mulai dari sekarang, mumpung usaha kita masih kecil. Brand bukan hanya sekedar merek dagang. Brand bukan hanya sekedar logo, dan juga brand bukan pula sekedar moto atau jargon. Brand adalah investasi masa depan kita. Sebagai sebuah investasi, brand akan menjamin keberlanjutan produk dan usaha kita. Sebagai sebuah investasi tentu saja brand tidak mampu memberikan keuntungan instant, namun lebih pada keuntungan jangka panjang.

pengen belajar lebih lagi? monggo langsung aja gabung ke Bikin Kaos Satuan. di sana ada tulisan macem-macem soal branding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *