Belajar Branding #5 – Yuk kita bikin Brand

Belajar Branding #5 – Yuk kita bikin Brand. Usaha saya kan masih kecil mas, ngapain juga saya branding? kayak gak ada kerjaan aja. Nahhh justru di situ masalahnya… yang namanya branding lebih baik dilakukan dari sekarang lhoo.. gak percaya?

Banyak usaha kecil menengah yang keren di sekitar kita, yang memiliki kualitas produk yang luar biasa, pelayanan konsumen yang memuaskan, hingga ide dan konsep produk yang briliant. Namun gak banyak yang mau menyegerakan diri membuat brand. Alasannya macem-macem, ada yang merasa usahanya terlalu kecil dan belum layak dibuat brand, ada pula yang justru merasa takut akan biaya pembuatan brand yang terlalu mahal.

Padahal, aslinya, semakin kecil usaha kita akan semakin gampang membangun dan mengembangkan brand. Alasannya, koordinasi dengan staff, anak buah dan karyawan juga akan semakin mudah. Jumlah yang sedikit akan membuat kita lebih mudah, cepat dan fleksibel dalam mengambil keputusan. Banyangkan jika usaha skala besar dengan karyawan puluhan atau bahkan ratusan orang. Pastinya akan sangat sulit melakukan koordinasi ketika akan membuat keputusan, belum lagi biaya besar, usaha lebih keras dan waktu lebih lama yang harus dikeluarkan. Ya tohhh?

Nahhh.. tantangannya adalah bagaimana kita berfikir kreatif dan out of the box. Salah satu syarat membangun brand adalah kreatif, inovasi dan ide liar dan segar. Membangun brand gak harus dengan biaya besar, bahkan bisa tanpa biaya sama sekali. Brand yang baik adalah brand yang bisa membangun hubungan asmara yang mesra dengan konsumen. Bukan hanya harus bisa dikenal, namun juga harus akrab dan intim dengan konsumennya. Bila itu berhasil, percayalah, brand atau merek kita akan dikenang lama di hati para konsumen. Nah, supaya brand kita bisa masuk ke hati para konsumen, kita harus membuat brand kita sesuai dengan visi, misi dan value kita. Brand harus bisa menyentuh sisi emosional konsumen bukan hanya sisi logikanya. Ingat lah Brand is not what you say it is, buat what THEY (pada konsumen) say it is. Salah satu tips sederhana adalah dengan jangan terlalu banyak membuat deskripsi, namun dengan memberikan clue yang singkat, kreatif dan unik. Hal ini lah yang akan melekat terus dipikiran dan hati konsumen, bukan deskripsi yang panjang lebar tentang produk kita hahaha.. kalau kamu penasaran sama seperti apa kekuatan brand, bisa baca lagi tulisan di Bikin Kaos Satuan yang cerita tentang itu.

Kok bisa gitu? Karena pada dasarnya brand atau merek itu sifatnya irasional dan emosional bagi seorang konsumen. Seseorang tidak akan memilih brand hanya atas dasar rasionalitasnya saja, namun justru karena adanya keakraban dan kehangatan di antara keduanya. Ingat konsumen tidak hanya sekedar membeli produk, namun sesungguhnya mereka membeli brand. Mereka membeli janji surga yang anda ciptakan, baik itu rasional ataupun emosional. Ikatan emosional ini lah yang akan membuat konsumen menjadi pelanggan setia anda, bukan hany semata kualitas produk yang ditawarkan. Brand yang baik adalah brand yang bisa selalu menjaga api asmara dengan setiap konsumennya. Tapi gak semua konsumen harus selalu jatuh cinta dengan brand kita. Gak usah muluk-muluk lah, jika 30% dari konsumen kita menjadi possesif dan cinta mati pada brand kita, itu sudah lebih dari cukup.

Karenanya, selalu berusahalah membangun hubungan asmara yang indah dengan konsumen. Niscaya mereka tidak akan pernah meninggalkan anda. Bayangkan jika kata-kata: “Saya gak mau naek Taxi, kalau bukan Bluebird”, “Air mineralnya yang Aqua ya sayang”, atau “Saya cuman bisa pake Windows doang” di gantikan dengan brand anda. Indah bukan?

mau lebih indah lagi? langsung aja ke situs Bikin Kaos Satuan, banyak artikel soal branding yang bisa dibaca secara cuman-cuma.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *